Berita  

Warisan Leluhur Terus Dijaga, Bersih Desa Pojok Kembali Digelar di Punden Setinggil

MAGETAN || SIGAP88.NET || Pemerintah Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kembali menggelar tradisi Bersih Desa di kawasan Punden Setinggil, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan setiap bulan Suro pada Jumat Pon tersebut diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga sebagai bentuk pelestarian budaya warisan leluhur.

Prosesi Bersih Desa diawali dengan doa bersama dan slametan sebagai ungkapan rasa syukur, sekaligus memohon keselamatan serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Pojok. Setelah prosesi sakral tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran seni tayub yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun di desa tersebut.

Kepala Desa Pojok, Dedy Sumedi, mengatakan Bersih Desa bukan sekadar kegiatan adat, tetapi juga menjadi upaya menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

BACA JUGA :
Kreatif dan Meriah, Pawai Karnaval HUT RI ke-78 di Desa Baluk Arak 10 Gunungan Hasil Bumi

“Tradisi ini sudah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kami. Setiap bulan Suro, tepatnya pada Jumat Pon, masyarakat Desa Pojok selalu melaksanakan Bersih Desa sebagai bentuk penghormatan kepada budaya leluhur sekaligus mempererat kebersamaan warga,” ujar Dedy.

Menurutnya, masyarakat meyakini pelaksanaan Bersih Desa menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar desa senantiasa diberi keselamatan, rezeki yang melimpah, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

“Harapan kami melalui doa bersama ini, Desa Pojok selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat hidup rukun, diberikan keberkahan rezeki, dan terhindar dari segala marabahaya,” katanya.

Dedy juga mengungkapkan bahwa Punden Setinggil memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat di mata masyarakat. Ia menyebut, secara turun-temurun terdapat cerita yang masih dipercaya sebagian warga mengenai pentingnya menjaga tradisi tersebut.

“Dulu, menurut cerita para sesepuh desa, pernah Bersih Desa tidak dilaksanakan. Setelah itu terjadi musibah yang menimpa kepala desa pada masa itu. Cerita tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menghormati warisan budaya leluhur. Namun bagi kami, yang paling utama adalah menjaga kebersamaan, melestarikan tradisi, dan terus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Dedy.

Melalui pelaksanaan Bersih Desa, Pemerintah Desa Pojok berharap tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Selain menjadi warisan budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat nilai gotong royong, persatuan, dan identitas masyarakat Desa Pojok di tengah arus modernisasi. (Vha)

error: Content is protected !!