NEWS  

Lapas Pamekasan Bekali Warga Binaan Cara Hidroponik buah Melon

Pamekasan || Net88.co ||
Lapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, berikan pembinaan kemandirian dibidang Hidroponik kepada
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Pamekasaan.

Kegiatan pembekalan yang diberikan warga binaan pemasyarakatan Lapas Pamekasaan ini dibidang Hidroponik buah Melon ini dilaksanakan di area Blok Rehabilitasi Lapa pada Akmis (5/10/2023).

Pembinaan Hidroponik ini sebelumnya telah resmi dibuka resmi oleh Kalapas Pamekasan pada tanggal 27 September lalu dan pada hari ini buah melon sudah bertambah banyak hingga terhitung puluhan buah di Hidroponik Blok Rehabilitasi ini.

Petugas Lapas Pamekasan Riski Nurul Alim yang Staf Bimkemaswat yang tengah mendampingi kegiatan ini kepada sejumlah awak media
mengatakan, Hidroponik buah Melon ini dimulai sejak awal bulan agustus dan rencana akan panen pada akhir bulan Oktober. Pembekalan kandirian di bidang Hidroponik Ini merupakan sebuah tantangan bagi kami, mengingat kondisi tanah Lapas Pamekasan yang berada di bawah 300mdpl yang suhu cukup panas yang rata-ratanya 30 derajat celcius. Namun, Alhamdulillah dengan teknik hidroponik dari negara Jepang saat ini buah melon berkembang dengan baik.Kamis, (5/10/2023).

BACA JUGA :
Wujud Kepedulian Pada Masyarakat, Kapolres dan Dandim 0804 Magetan Bagikan Puluhan Bingkisan Lebaran

Disisi lain,Hendriyanto, Kasubsi Bimkemaswat Program Manager pada Blok Rehabilitasi menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan bertujuan agar WBP Lapas Pamekasan memiliki keterampilan mengelola atau memanfaatkan pipa paralon sebagai media tanam hidroponik, sehingga saat kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana, WBP memiliki bekal yang cukup untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing- masing seraya dapat berwirausaha untuk menghidupi keluarganya dalam kehidupan baru bermasyarakat.

BACA JUGA :
Adanya Ulah Arogan Anggota Paguyuban Saat Event Peringatan Hari Santri di Magetan, Belasan Pedagang Mengeluh

Sementara itu,Kalapas Pamekasan, Seno Utomo menambahkan bahwa kegiatan pelatihan kemandirian ini merupakan salah satu program Lapas dalam melakukan pembinaan Kemandirian bagi WBP saat berada di dalam dan diharapkan akan menjadi bekal sehingga dapat diterima kembali di masyarakat setelah selesai menjalani masa pidananya.

BACA JUGA :
Bantah Amankan Kendaraan Nasabah Leasing Secara Sepihak, Kasatreskrim Polresta Madiun: "Semua Sudah Sesuai SOP Delik Aduan"

“Adapun yang dikelola pada pelatihan ini adalah buah Melon, untuk pelatihan produksi di pilih dalam salah satu pelatihan Wirausaha, salah satunya adalah potensi tanaman Hidroponik dengan bahan yang mudah di dapat dan pengelolaan tanaman hidroponik yang cukup mudah dimana usaha tanaman hidroponik bisa dilakukan dengan memanfaatkan area pekarangan dirumah, maka pelatihan Kemandiran Hidroponik terbuka peluang besar untuk di tindak lanjuti untuk sebuah usaha permanen,” kata Kalapas.(halk)

error: Content is protected !!