Situbondo, SIGAP88.NET – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Program Anyer–Panarukan 3R (Road, Route, Roots) di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (29/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang guna menghidupkan kembali Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan sebagai warisan sejarah, koridor wisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan Program Anyer–Panarukan 3R bukan sekadar kerja sama antardaerah, melainkan strategi membangun identitas dan branding Kabupaten Situbondo melalui warisan sejarah yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
“Sejak awal perencanaan, Situbondo harus memiliki sesuatu yang menjadi big wow. Setelah kami telaah, Anyer–Panarukan adalah potensi besar. Ketika kita berbicara Anyer–Panarukan, hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenalnya. Dari sisi marketing dan branding daerah, ini sangat strategis karena kita mengangkat sejarah yang telah ada sejak masa lampau dan masih eksis hingga sekarang,” ujar Mas Rio.
Menurutnya, konsep 3R menjadi arah utama pengembangan program tersebut.
Konsep Road (Jalan) menempatkan Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Route (Rute) diarahkan untuk mengembangkan jalur Anyer–Panarukan sebagai koridor perjalanan dan destinasi wisata lintas daerah. Sementara Roots (Akar) bertujuan menggali kembali sejarah, budaya, dan identitas masyarakat yang tumbuh di sepanjang jalur bersejarah tersebut.
Mas Rio menilai, potensi besar Jalan Raya Pos selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai kekuatan pembangunan daerah.
“Anyer dan Panarukan bukan sesuatu yang kecil, tetapi sesuatu yang besar. Mungkin saat ini ibarat berlian yang masih tertutup lumpur. Mari kita angkat kembali agar menjadi pengungkit bagi daerah untuk naik kelas menuju kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, Program Anyer–Panarukan 3R akan membuka ruang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kebudayaan, pendidikan hingga promosi daerah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap seluruh kabupaten dan kota yang dilalui Jalan Raya Pos dapat bergabung dalam jejaring kerja sama tersebut.
“Kerja samanya sangat luas, mulai dari misi dagang, kebudayaan hingga berbagai kegiatan lainnya. Mudah-mudahan dimulai dari Serang dan Situbondo, kemudian bupati-bupati lain yang wilayahnya dilalui Jalan Raya Pos ikut bergabung,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M., menyatakan MoU tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama antarorganisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Pariwisata.
“Kami ingin kerja sama ini diwujudkan dalam program-program yang nyata, konkret, berdampak langsung kepada masyarakat, mampu meningkatkan pendapatan daerah, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang maupun Kabupaten Situbondo,” ujarnya.
Sebagai implementasi awal Program Anyer–Panarukan 3R, kedua pemerintah daerah berencana menggelar Festival Anyer–Panarukan dalam waktu dekat sebagai upaya memperkenalkan kembali jalur bersejarah tersebut kepada masyarakat luas.
Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa semangat utama kerja sama ini adalah mengoptimalkan potensi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Semangatnya adalah optimalisasi pendapatan asli daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah,” katanya.
Melalui konsep Road–Jalan, Route–Rute, dan Roots–Akar, Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang berharap Program Anyer–Panarukan 3R berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas daerah yang tidak hanya menjaga jejak sejarah Jalan Raya Pos, tetapi juga menjadikannya sebagai koridor pariwisata, budaya, dan ekonomi baru di Indonesia.
Penulis: Dyt
