NEWS  

Rp. 972 Juta Revitalisasi SLB Demung Disorot : Swakelola Diduga Diborongkan, Keselamatan Siswa Dipertanyakan

SITUBONDO, SIGAP88.NET — Proyek Revitalisasi SLB Negeri Demung dengan nilai bantuan mencapai Rp972.805.000 mulai menuai sorotan. Tim Lapangan LPKAN Indonesia DPC Situbondo menemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak pelaksana.

Pemantauan yang dilakukan pada Sabtu, 5 September 2026, mengungkap sejumlah indikasi yang kini tengah didalami LPKAN, mulai dari dugaan pekerjaan swakelola yang dikerjakan pihak lain hingga persoalan pengamanan area konstruksi.

Papan Informasi Swakelola, Namun Pekerjaan Diduga Diborongkan

Salah satu pertanyaan utama LPKAN berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan pekerjaan.

Pada papan informasi proyek disebutkan pekerjaan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) melalui mekanisme swakelola.

Namun, berdasarkan pemantauan lapangan, LPKAN menemukan kondisi yang menurut mereka mengindikasikan adanya pekerjaan yang diduga dikerjakan atau diborongkan kepada pihak lain.

LPKAN menegaskan, temuan tersebut belum merupakan kesimpulan akhir. Pembuktiannya masih harus dilakukan melalui pemeriksaan dokumen pelaksanaan, mekanisme pengadaan, bukti transaksi, serta bentuk kerja sama yang digunakan.

Material Berserakan, Pengamanan Area Dipertanyakan

Sorotan berikutnya menyangkut kondisi lingkungan proyek.

Tim menemukan tumpukan material dan sisa bongkaran kayu di area pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena proyek berada di lingkungan sekolah yang masih digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Lebih jauh, tim juga menyoroti dugaan belum optimalnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Barrier atau pembatas yang memadai antara area konstruksi dengan lingkungan sekolah disebut tidak terlihat secara optimal dalam pemantauan tim.

Bagi LPKAN, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Sebab, lokasi proyek berada di lingkungan SLB yang digunakan oleh peserta didik.

“Jangan Tunggu Ada Korban Baru Bertindak”

Ketua Tim Lapangan LPKAN Indonesia DPC Situbondo, Zainul Hasan, menegaskan bahwa pihaknya turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi, bukan untuk membuat tuduhan tanpa dasar.

“Temuan kami dokumentasikan sebagai bukti pendukung. Kami tidak ingin menuduh tanpa dasar. Apa yang kami temukan di lapangan akan kami sandingkan dengan ketentuan program dan dokumen pelaksanaannya,” tegas Zainul.

Menurutnya, nilai anggaran yang mencapai hampir Rp1 miliar membuat proyek tersebut layak mendapat pengawasan serius.

“Uang yang digunakan adalah uang negara. Nilainya hampir Rp1 miliar. Jangan sampai pengawasan baru dilakukan setelah terjadi masalah atau kecelakaan terhadap siswa,” ujarnya.

LPKAN: Kalau Sesuai Aturan, Buka Dokumennya

LPKAN Indonesia DPC Situbondo menyatakan tidak sedang mencari-cari kesalahan. Yang diminta adalah transparansi dan kejelasan mengenai pelaksanaan program.

Jika pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai mekanisme swakelola, pihak pelaksana dinilai dapat memberikan penjelasan dan menunjukkan dokumen pendukung.

Sebaliknya, apabila dalam proses pendalaman ditemukan ketidaksesuaian, LPKAN meminta agar dilakukan evaluasi dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Satu Proyek, Dua Pertanyaan Besar

Hasil pemantauan tersebut kini menjadi bahan kajian LPKAN Indonesia DPC Situbondo.

Setidaknya terdapat dua pertanyaan besar yang perlu dijawab:

Pertama, apakah pekerjaan Revitalisasi SLB Negeri Demung benar-benar dilaksanakan secara swakelola sebagaimana tercantum pada papan informasi?

Kedua, apakah pengamanan dan penerapan K3 di lokasi proyek telah memenuhi standar yang semestinya, mengingat pembangunan berlangsung di lingkungan sekolah?

LPKAN menyatakan akan melakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut terhadap mekanisme swakelola, pengadaan material, pihak yang terlibat dalam pekerjaan, serta penerapan K3.

Publik kini menunggu jawaban pihak pelaksana: Rp972 juta ini benar-benar dikelola secara swakelola, atau ada mekanisme lain di balik pelaksanaan pekerjaan di lapangan?

Penulis: Sgt

error: Content is protected !!