
SUMSEL – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.
Satgas Edukasi Karhutla bergerak serentak menyambangi masyarakat, perusahaan, hingga kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung pada 4 Agustus 2026 tersebut melibatkan Tim Edukasi Bareskrim Polri, mahasiswa S2 Angkatan 16/WED, Serdik Sespima serta Serdik Setukpa.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan dan seluruhnya hadir, maka edukasi dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Di sejumlah wilayah, petugas memberikan penyuluhan mengenai bahaya karhutla, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan, serta konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Selain penyuluhan, Satgas juga memasang poster dan pamflet berisi larangan membakar hutan dan lahan, membagikan masker, serta melakukan sambang ke sejumlah lokasi yang dinilai rawan karhutla.
Kegiatan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya OKI, Musi Banyuasin, OKU Timur, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin, PALI, OKU dan Prabumulih.
Satgas juga menggandeng pihak perusahaan agar turut berperan dalam pencegahan dan penanganan apabila terjadi karhutla di sekitar wilayah operasional mereka, Selasa (8/9/26).
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan
Maka dengan antisipasi ini, Tim Edukasi Dittipidter Bareskrim Polri ke Sumsel, Kalbar, Kalteng serta Kaltim Kalsel turun kelokasi”,tutur Kombes Pol. Anton Firmanto, S.H.(red)
