NEWS  

Imbas Serangan Lalat dan Bau Tak Sedap, Kades Nitikan Beri Arahan Pada Pemilik Kandang Ayam

Magetan — Net88.co — Adanya keluhan masyarakat yang datang dari warga RT.04 Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu perihal serangan ribuan lalat dan bau menyengat yang diduga berasal dari kandang ayam petelur, awak media melakukan konfirmasi dengan Kepala Desa setempat.

Saat dihubungi via pesan WhatsApp pada Rabu, (31/01/2024) lalu, Kepala Desa Nitikan Supriyanto mengatakan bahwa memang beberapa Minggu lalu pihaknya didatangi oleh seorang warga dari Desa Sumberagung yang mengeluhkan adanya serangan lalat dan bau menyengat diseputaran tempat tinggalnya. Tak beberapa lama setelah itu, pihaknya menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan mendatangi pemilik kandang untuk memberikan saran dan solusi agar warga yang bermukim diseputaran kandang tidak terdampak.

“Gini mbakā€¦ memang tempo hari ada warga masyarakat Sumberagung yang sowan kerumah saya tentang kondisi lalat dan bau yg menyengat di lingkungan kandang,” terangnya.

“Kami sarankan kepada yang punya kandang, mohon jaga dan antisipasi dampak lingkungan di sekitarnya, jangan sampai timbul permasalahan akibat adanya kandang itu,” imbuhnya.

Supriyanto juga memberikan pengarahan pada pihak pemilik kandang untuk menyemprotkan desinfektan atau pemberian obat kimia pada seputaran kadang ayam agar dapat meminimalisir adanya lalat dan bau menyengat.

“Kami sarankan paling tidak seminggu 2x kandang di taburi gamping/obat yang bisa menangkal adanya bau & lalat,” terangnya.

Menurut beliau, pemilik kandang memberikan respon positif dengan menyanggupi untuk melakukan penanganan mengatasi masalah lalat dan bau menyengat yang disebabkan dari kadang ayam petelur miliknya.

“Responnya waktu saya mengunjungi ke kandang tersebut beliau menyanggupi untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.

Disisi lain, saat dimintai konfirmasi, Camat Plaosan Dian Mahameru Robbi Widyatmoko SSTP, M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya telah mengkroscek keluhan warga tersebut pada Kepala Desa Nitikan. Dan Kades setempat telah menindaklanjuti dengan mengunjungi pemilik kandang guna memberikan himbauan dan arahan untuk meminimalisir adanya lalat dan bau menyengat yang saat ini dikeluhkan warga sekitar.

“Begitu ada pemberitaan kemarin saya sudah mengkonfirmasi dengan pak Kepala Desa, beliau sudah turun mengunjungi kandang dan memberikan arahan serta himbauan agar mengatasi persoalan bau dan serangan lalat,” tandasnya.

Meski begitu, permasalahan tak selesai sampai disitu. Lokasi kandang yang berdekatan bahkan berhimpitan dengan pemukiman warga juga menjadi masalah yang tak mudah untuk diselesaikan.

Dari pantauan awak media di lokasi beberapa waktu lalu, lingkungan kandang yang kotor dan rimbun menjadi salah satu faktor penyebab lalat mudah berkembang biak, bahkan kondisi yang lembab karena musim penghujan juga menjadi alasan munculnya bau menyengat dari kotoran ayam.

Untuk itu, demi kenyamanan bersama dalam hal ini masyarakat, pemilik kandang perlu untuk mentaati aturan pemerintah yang tertuang dalam
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/permentan/ot.140/2/2014 Tahun 2014 Tentang Pedoman Budi Daya Ayam Pedaging dan Ayam Petelur yang Baik, salah satu point terpentingnya ialah jarak terdekat antara kandang dengan bangunan lain bukan kandang minimal 25 (dua puluh lima) meter. (Vha)

vvvv