Magetan – Sigap88.net — Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-18 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kabupaten Magetan, Sabtu (7/2/2026), tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di Aula Hotel Bukit Bintang Magetan, kegiatan yang dihadiri ratusan kader, pengurus partai, organisasi sayap, serta perwakilan lintas partai itu menjadi ajang konsolidasi kekuatan politik sekaligus refleksi arah perjuangan partai di tingkat daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama, santunan kepada puluhan anak yatim piatu, hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur. Pembina DPC Gerindra Magetan Hj. Nanik Sumantri memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua DPC Gerindra Magetan H. Puthut Pujiono. Momentum tersebut dimaknai sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dan soliditas internal partai di Magetan.
Dalam wawancara usai acara, Nanik Sumantri menilai usia 18 tahun sebagai fase kedewasaan politik bagi Partai Gerindra, terutama setelah partai tersebut berhasil menempatkan ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Ini momentum yang sangat luar biasa. Di usia ke-18, Partai Gerindra telah melalui perjalanan panjang. Saat ini kita merasakan langsung bagaimana perjuangan partai ini berdampak bagi masyarakat melalui berbagai program strategis nasional yang sudah berjalan,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah program yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti penguatan ketahanan pangan, koperasi desa Merah Putih, sekolah rakyat, hingga program makan bergizi gratis. Menurutnya, implementasi program-program tersebut menjadi indikator bahwa partai tidak hanya hadir dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sebagai kader di daerah, tentu kami mengapresiasi capaian ini. Harapan kami, di usia ke-18 ini Gerindra semakin maju, semakin dicintai rakyat, dan ke depan keterwakilan di DPRD juga bisa bertambah sehingga perjuangan politik bisa semakin kuat,” kata Nanik.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai basis kekuatan partai. Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim dalam peringatan HUT merupakan bagian dari komitmen sosial partai agar tetap hadir dan peka terhadap kondisi warga.
“Kita ingin keberadaan partai tidak hanya terasa saat pemilu, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Magetan H. Puthut Pujiono melihat HUT ke-18 sebagai momentum evaluasi sekaligus penajaman strategi politik di tingkat daerah. Ia menyebut keberhasilan elektoral di Magetan dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting bagi penguatan partai ke depan.

“Kita belajar dari perjalanan kemarin. Saat mengusung Pak Prabowo, di Magetan kita mendapatkan dukungan sekitar 65 persen. Kita juga memiliki kader terbaik, Bunda Nanik, yang kini dipercaya memimpin daerah dengan dukungan koalisi. Ini menunjukkan kader Gerindra mampu memimpin dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Puthut menegaskan bahwa arahan dari DPP Partai Gerindra menekankan pentingnya soliditas internal serta kerja kolaboratif dengan partai lain dalam mendukung program pemerintah.
“Sesuai arahan Pak Prabowo, kita harus kompak, bergerak, dan berdampak. Artinya, kita memperkuat konsolidasi internal partai, termasuk organisasi sayap dan kader di tingkat bawah. Di sisi lain, kita juga harus bersinergi dengan partai-partai lain untuk mendukung program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, kader partai di daerah memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kader diminta aktif turun ke lapangan untuk mensosialisasikan program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi warga sebagai bahan evaluasi kebijakan.
“Kader harus bergerak sampai ke bawah, memastikan masyarakat mengetahui program pemerintah dan merasakan manfaatnya. Dari situ kita juga bisa mengevaluasi sejauh mana program berjalan efektif,” jelasnya.
Lebih jauh, Puthut menyampaikan harapan politik jangka panjang partai, termasuk terkait keberlanjutan kepemimpinan nasional.
“Harapan kita, dan juga harapan masyarakat, kepemimpinan Pak Prabowo bisa berlanjut dua periode. Itu sejalan dengan cita-cita Partai Gerindra untuk terus mengawal pembangunan nasional,” katanya.
Peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Magetan juga menunjukkan dinamika politik lokal yang semakin matang. Kehadiran sejumlah pimpinan partai lain dalam acara tersebut menandakan adanya komunikasi politik lintas partai yang tetap terjaga. Di tengah konstelasi politik daerah, Gerindra berupaya memposisikan diri sebagai kekuatan yang tidak hanya fokus pada elektoral, tetapi juga pada penguatan basis sosial dan program kerakyatan.
Sebagai informasi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berdiri pada 6 Februari 2008 dengan mengusung semangat nasionalisme dan kerakyatan. Dalam waktu kurang dari dua dekade, partai ini berkembang menjadi salah satu kekuatan politik utama di Indonesia.
Di tingkat daerah seperti Magetan, peringatan HUT ke-18 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, memperluas pengaruh politik, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. (Vha)






