NEWS  

Proyek PJU Sampang Diduga Liar: Galian Seperti Jurang Maut, Rumah Warga Jadi Korban

SAMPANG.SIGAP88.NET – Sebuah proyek pemerintah yang seharusnya membawa terang bagi warga, justru berubah menjadi sumber kemarahan dan ketakutan. Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang di sepanjang Jalan Raya Kamuning, Kecamatan Sampang kini dipertanyakan setelah serangkaian kejanggalan dan tindakan semena-mena mencuat ke permukaan, Sabtu (29/11/2025).

Di lokasi, galian proyek menganga begitu saja. Tanpa garis pengaman. Tanpa lampu peringatan. Tanpa papan informasi.
Pengguna jalan dibuat bertaruh nyawa setiap melintas, terutama pada malam hari. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah standar keselamatan memang sengaja diabaikan, atau ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kelalaian.

Kekesalan warga memuncak ketika perilaku seorang pekerja proyek dinilai sudah keterlaluan. Pagar rumah warga yang berada dekat area pengerjaan ditemukan patah dan rusak, tanpa pemberitahuan apa pun.

Seorang warga, pria berinisial H, mengungkapkan kemarahannya.

“Saya kaget pagar saya sudah rusak. Waktu saya tanya, dia bilang ‘kami nemu di bawah.’ Padahal kami lihat dengan mata telanjang, dia sendiri yang sengaja mematahkan pagar itu. Masih bisa-bisanya berkilah begitu?”.

Menurut H, warga tidak anti pembangunan, namun tindakan arogan seperti ini tidak bisa dianggap sepele.

“Pembangunan silakan jalan, tapi jangan merusak hak orang lalu pura-pura tidak tahu. Ini sudah keterlaluan. Harus ada pertanggungjawaban.”

Warga lain menyoroti satu hal yang sama, proyek pemerintah seharusnya tidak mungkin berjalan tanpa standar keselamatan dan pengawasan yang jelas.

Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Galian dibiarkan terbuka, pekerja bertindak semaunya, dan tidak ada satu pun penanggung jawab yang muncul saat masalah terjadi.

Dengan sederet kejanggalan tersebut, warga mendesak Dishub Sampang untuk turun langsung ke lapangan, bukan hanya menerima laporan dari pihak ketiga.

Mereka menuntut:

  • Audit tata kelola proyek
  • Sanksi bagi oknum pekerja yang merusak fasilitas warga
  • Penerapan standar keselamatan kerja
  • Langkah nyata, bukan sekadar klarifikasi setelah ada korban

“Jangan tunggu ada korban dulu baru ribut klarifikasi. Keselamatan warga bukan bahan coba-coba,” tegas seorang warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek maupun pihak Dinas Perhubungan belum memberikan keterangan resmi.
Diamnya pihak terkait justru semakin menebalkan dugaan bahwa ada yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek ini. (Red)