NEWS  

Proyek Pembangunan MI Darun Najah Disorot LPKAN, Aspek Transparansi dan Keselamatan Jadi Perhatian

SITUBONDO, sigap88.net – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia DPC Situbondo menyoroti pekerjaan pembangunan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darun Najah, Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Sorotan tersebut muncul setelah tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa (27/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, tim LPKAN Indonesia mengidentifikasi sejumlah aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian, khususnya terkait keterbukaan informasi proyek, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengamanan area pembangunan yang berdekatan dengan aktivitas sekolah.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tidak terlihatnya papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan. Menurut LPKAN, papan informasi merupakan bagian penting dari transparansi pelaksanaan pembangunan agar masyarakat dapat mengetahui jenis kegiatan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, serta jangka waktu pengerjaan.

LPKAN menilai keterbukaan informasi tersebut penting, terutama apabila pekerjaan menggunakan anggaran pemerintah atau sumber pembiayaan yang wajib dipertanggungjawabkan kepada publik. Hal ini juga perlu memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Selain persoalan transparansi, tim juga menyoroti perlengkapan keselamatan kerja yang dinilai belum terlihat memadai. Berdasarkan pengamatan tim, perlengkapan K3 bagi pekerja serta pengamanan di sekitar area pembangunan perlu mendapat perhatian lebih serius.

Kondisi tersebut menjadi penting karena lokasi pekerjaan berada di lingkungan sekolah yang masih berpotensi digunakan untuk aktivitas belajar mengajar. Tanpa pengamanan dan rambu peringatan yang memadai, kegiatan pembangunan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pekerja, siswa, maupun warga yang berada di sekitar lokasi.

Ketua LPKAN Indonesia DPC Situbondo, Junaidi, mengatakan bahwa peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pekerjaan di lapangan.

“Dari hasil pantauan kami, papan informasi proyek tidak terlihat. Perlengkapan K3 juga dinilai belum memadai, termasuk rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi. Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait agar pelaksanaan pekerjaan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Junaidi.

Ia juga menyampaikan bahwa timnya belum memperoleh penjelasan yang dinilai memadai mengenai asal-usul dan informasi pelaksanaan proyek tersebut. Karena itu, LPKAN meminta agar pihak terkait memberikan keterangan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Meski demikian, LPKAN menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan pendalaman dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang sebelum menarik kesimpulan mengenai aspek administrasi maupun pelaksanaan pekerjaan.

“Kami tidak ingin berasumsi. Temuan di lapangan sudah kami dokumentasikan dan selanjutnya akan kami mintakan klarifikasi kepada pihak terkait. Apabila dokumen dan ketentuan pelaksanaan sudah dipenuhi, silakan dijelaskan secara transparan agar semuanya menjadi terang,” tegas Junaidi.

LPKAN Indonesia DPC Situbondo menyatakan akan mempertimbangkan penelusuran lebih lanjut terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, identitas pelaksana, spesifikasi teknis, serta mekanisme pengawasan pembangunan tersebut.

LPKAN berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, mengutamakan keselamatan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai sumber anggaran, pelaksana, dan dokumen administrasi pekerjaan tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Penulis: Sgt

error: Content is protected !!