NEWS  

Lapas Pamekasan Berikan Pembinaan dan Pelatihan Penanaman Hidroponik Terhadap Warga Binaan

Pamekasan || Net88.co || Dalam meningkatkan program pembinaan bagi para Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim terus berupaya memberikan pembinaan terhadap warga binaan berupa program pertanian hidroponik.

Kalapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, Seno Utomo kepada sejumlah awak media menjelaskan, Untuk kegiatan pembinaan yang berupa program pelatihan penanaman hidroponik bagi warga binaan merupakan program yang sangat bermanfaat bagi para WBP.

“Kegiatan pelatihan untuk pembinaan ini berupa peningkatan keterampilan penanaman buah melon secara hidroponik, dan patihan ini sangatlah penting bagi warga binaan, karena seperti yang kita ketahui, lahan yang ada di lingkungan Lapas Kelas IIA Pamekasan sudah sangat terbatas, dengan adanya penanaman buah melon secara hidroponik ini, para warga binaan bisa mengambil dan menerapkan ilmu tersebut,” ungkap Seno.

BACA JUGA :
Secara Simbolis, Dua WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan Menerima Remisi dari Bupati

Menurut Seno menjelaskan, program pembinaan yang kita berikan ini berupa penanaman hidroponik dan ini sudah berjalan sekitar 1 bulan lalu yang nantinya akan dikembangkan dengan bermacam macam produk lainnya, semisalkan jenis sayur maupun buah secara hidroponik.

BACA JUGA :
Gerindra Magetan Syukuran 18 Tahun, Targetkan Penguatan Basis dan Keterwakilan Politik

“Untuk saat ini program pembinaan yang telah berjalan adalah penanaman buah Melon secara hidroponik dan selanjutnya mungkin akan dikembangkan lagi pada jenis buah ataupun sayur lainnya,” urainya Seno pada Senin (4/09).

BACA JUGA :
Ajukan Perbaikan Berkas Bacaleg, Gerindra Magetan Telah Sah Penuhi Syarat Menuju Verifikasi

Dengan program pembinaan dan pelatihan ini diharapkan para warga binaan khususnya di bagian program rehabilitasi nantinya dari warga binaan bisa memaksimalkan mengikuti program pembinaan yang ada di Lapas Kelas IIA Pamekasan dan apa yang didapatkan di dalam Lapas Pamekasan dapat diterapkan di masyarakat setelah para warga binaan bebas dari Lapas, harapannya. (Hal/ndri)