Sampang.SIGAP88.NET – Dugaan praktik perencanaan abal-abal di tubuh Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang kian mencuat. Dua dokumen perencanaan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk Paket 1 dan Paket 2 yang seharusnya disusun oleh dua CV berbeda, diduga memiliki kemiripan hampir seratus persen, Jumat (12/12/2025).
Temuan itu dipaparkan LSM LASBANDRA, yang menyebut pola tersebut sebagai sinyal kuat bahwa proses perencanaan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam telaah lembaga tersebut, isi kedua dokumen—dari uraian teknis, rincian pekerjaan, hingga struktur pembahasan—hampir tak bisa dibedakan, kecuali nama perusahaan penyusun yang berbeda. Temuan itu memunculkan dugaan adanya praktik “dokumen kloning” yang lolos tanpa koreksi di meja verifikasi Dishub.
Sekretaris DPP LASBANDRA, Achmad Rifa’i, mengecam keras dugaan pola ini.
“Perencanaan itu fondasi pekerjaan fisik. Kalau cuma copy paste lalu ganti nama CV, itu bukan perencanaan itu akal-akal. Dan pola seperti ini berpotensi merugikan negara,” ujarnya, Kamis.
Rifa’i menilai, keseragaman dokumen lintas paket merupakan indikator serius bahwa ada tahapan perencanaan yang tidak dijalankan.
“Setiap paket punya kebutuhan berbeda. Kalau dokumennya sama, berarti ada pihak yang tidak mengerjakan tugas teknisnya. Ini berlawanan dengan prinsip akuntabilitas,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kecacatan pada dokumen awal bisa merembet ke mana-mana, kualitas pekerjaan bisa jatuh, anggaran bisa meleset, dan pemborosan sangat mungkin terjadi.
“Kalau fondasi cacat, bangunannya pasti ikut goyah. Dan itu uang publik yang dipertaruhkan.”
Sementara itu, seorang kontraktor lokal yang meminta identitasnya disembunyikan menyampaikan komentar yang lebih blak-blakan.
“Kalau memang copy–paste, ya mau bagaimana? Siapa yang berani melaporkan? APH mana di Sampang yang mau menyentuh Dishub sekarang? Bupati Sampang masih H. Slamet Junaidi. Ingat itu,” katanya, Kamis (11/12/2025).
Hingga berita ini dinaikkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang belum mengeluarkan satu pun klarifikasi terkait dugaan penggunaan dokumen perencanaan yang serupa tersebut. (Har)
