
PATI – Pengelolaan anggaran desa dan pemerataan hasil pembangunan menjadi dua persoalan yang diangkat Purn. Serma Sumanto menjelang Pilkades Muktiharjo 2027.
Ia menyatakan siap maju sebagai calon kepala desa dengan menawarkan konsep pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan warga.
Bagi Sumanto, pembangunan desa tidak seharusnya hanya terlihat dari proyek fisik. Lebih dari itu, masyarakat perlu mengetahui arah penggunaan anggaran, prioritas program, serta manfaat yang dihasilkan dari setiap kebijakan pemerintah desa.
Mantan anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat tersebut, ingin mendorong tata kelola pemerintahan yang disiplin, profesional, dan terbuka terhadap pengawasan masyarakat.
Ia menilai keterbukaan Dana Desa dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun kepercayaan warga, Rabu (4/11/26).
Informasi mengenai perencanaan dan pelaksanaan kegiatan perlu disampaikan secara jelas, agar masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut mengawasi.
Namun, transparansi harus berjalan beriringan dengan hasil pembangunan yang bisa dirasakan secara nyata.
Perbaikan jalan, pembenahan saluran drainase, penerangan lingkungan, dan peningkatan fasilitas umum disebut, sebagai kebutuhan yang perlu dipetakan berdasarkan kondisi lapangan.
Penentuan prioritas juga harus mempertimbangkan pemerataan antar wilayah, agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada titik tertentu.
Selain persoalan infrastruktur, Sumanto menyoroti pentingnya pelayanan administrasi yang cepat, ramah, dan mudah diakses.
Menurut gagasan yang dibawanya, pemerintah desa harus hadir untuk membantu masyarakat, bukan justru menambah kesulitan dalam mengurus kebutuhan administrasi.
Penguatan ekonomi warga juga menjadi agenda yang ingin diperjuangkan. Pelaku UMKM, petani, peternak, serta usaha lokal dinilai perlu mendapat perhatian melalui program pemberdayaan yang sesuai dengan potensi desa.
Sementara itu, generasi muda diharapkan memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan, mengikuti pelatihan kerja, dan menjalankan kegiatan kreatif yang memiliki nilai produktif.
Agenda sosial berupa perhatian kepada keluarga kurang mampu, lansia, pendidikan, dan kesehatan juga menjadi bagian dari visi pembangunan yang diperkenalkan
Meski demikian, seluruh gagasan tersebut masih membutuhkan kajian, perencanaan, serta penyesuaian dengan kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.
Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting, agar kedepan program yang disusun tidak sekadar menarik dalam penyampaian, tetapi juga realistis untuk dilaksanakan.
Menjelang kontestasi Pilkades Muktiharjo 2027, Sumanto membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, sekaligus memperkenalkan gagasannya.
Tantangan bagi siapa pun yang nantinya memimpin desa adalah memastikan bahwa keterbukaan tidak berhenti sebagai slogan, pemerataan bukan sekadar wacana, dan pelayanan publik benar-benar menjawab kebutuhan warga”, pungkasnya.(red)
