Berita  

Tanamkan Nilai Disiplin, Lapas pamekasan Rutin laksanakan Pramuka Warga Binaan

Pamekasan, SIGAP88.NET – Sebanyak 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim mengikuti keterampilan Pramuka yang berlangsung pada Jumat (26/5/2023).

Pelatihan keterampilan Pramuka yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur ini dengan Kwarcab Pramuka Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan Pramuka dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pembinaan kepribadian bagi WBP agar menjadi insan yang berdisiplin, memiliki rasa cinta tanah air, serta memiliki rasa peduli satu sama lain.

BACA JUGA :  Sekda Kota Pangkalpinnag Meninjau operasi Pasar Murah 2022

Kali ini, Materi yang diberikan langsung oleh pembina Pramuka Kwarcab Pamekasan tentang pelatihan Semaphore dan hiburan.

Kalapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Seno utomo mengapresiasi kepada semua pihak khususnya Jajaran Pembinaan yang terus berupaya memberikan berbagai program pembinaan termasuk pembinaan Pramuka kepada para WBP. Ia berharap pembinaan pramuka ini bermanfaat bagi para Warga binaan.

BACA JUGA :  Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Sangat Peduli Terhadap PKL Dengan Duduk Bersama Di Alun-Alun Trunojoyo

“Karena dengan pembinaan Pramuka dapat membentuk kepribadian akhlak mulia, berdisiplin, cinta tanah air dan bela negara dalam diri sehingga diharap untuk para WBP dapat mengikuti kegiatan dengan serius agar kelak para WBP menjadi insan yang beriman dan bertaqwa, patuh terhadap aturan sehingga setelah bebas nantinya menjadi manusia yang berguna dan tidak mengulangi perbuatan melanggar pidana lagi,” harapnya.

BACA JUGA :  Aksi Cepat Tanggap Khofifah dan Cak Fauzi, Kirim KRI Mahalati Untuk Masyarakat Masalembu

Sementara itu Pembina Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Pamekasan, Siti Hatijah mengatakan, materi Semaphore kali ini adalah salah satu materi yang diajarkan dan wajib dihafalkan oleh seluruh anggota pada kegiatan pramuka. Tujuannya agar anggota pramuka WBP bisa berkomunikasi dari jarak yang jauh, meskipun sedang berkemah di tempat yang susah sinyal, seperti di gunung atau di desa terpencil.(dara/ndri)