Bisnis  

Peran dan Kontribusi LindungiHutan dalam Mencapai SDGs

LindungiHutan senantiasa membangun kolaborasi untuk mewujudkan Program Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Seiring dengan peningkatan kegiatan konservasi di Indonesia, upaya LindungiHutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB. 

Dalam mendukung program SDGs, LindungiHutan mengambil peran strategis dalam melestarikan hutan yang merupakan salah satu alternatif untuk mencapai beberapa target SDGs secara siginifkan. Beberapa target capian tersebut antara lain:

SDGs 1: Tanpa Kemiskinan

Pada tahun 2030, PBB memiliki target untuk mengentaskan kemiskinan bagi setiap orang yang saat ini berpendapatan kurang dari $1.25 per hari.

Melalui kerja sama dengan petani/masyarakat lokal, LindungiHutan telah membantu meningkatkan pendapatan 34 kelompok tani atau sebanyak 746 anggota tani hutan. Persentase peningkatan tersebut mencapai 23% melalui kemitraan dengan menggandeng mereka sebagai penyedia bibit dalam kegiatan operasional penghijauan.

SDGs 4: Pendidikan Berkualitas

Setiap tahunnya, LindungiHutan membuka kesempatan magang yang dapat dilakukan secara online bagi seluruh pelajar/mahasiswa maupun fresh graduate sebelum memasuki dunia kerja. Sepanjang 2023, sebanyak 72 orang mengikuti program Magang Alam.

Untuk membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan yang ramah, aman, efektif dan inklusif bagi setiap orang, LindungiHutan juga mengedukasi melalui berbagai platform digital seperti Instagram, Linkedin, Youtube, Tiktok, Blog, dan lainnya.

Selain itu, terdapat juga 2 forum diskusi pada webinar online “IMBANGI” dan live instagram dalam memperingati Hari Ozon Internasional pada 16 September. Webinar dilakukan untuk menambah informasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengurangi emisi karbon di sekitar kita.

SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Seperti pada poin SDGs 1, LindungiHutan bekerja sama dengan para petani lokal dan membantu dalam peningkatan perekonomian hingga 23% dengan menciptakan 507.984 jam kerja untuk mencapai tingkat produktivitas perekonomian yang lebih tinggi. Dalam menciptakan lapangan kerja yang kayak, LindungiHutan memiliki lebih dari 35 karyawan di dalamnya.

SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Untuk meningkatkan infrastruktur dan retrofit industri yang berkelanjutan, telah dilakukan 203 riset peta, pembuatan 6 database lokasi penanaman, 5 riset mengenai carbon offset, pembuatan 6 topik booklet karbon, dan 2 riset mengenai sertifikasi karbon.

Salah satu langkah untuk memperkuat riset ilmiah, tim LindungiHutan telah melakukan 49 publikasi di media sosial mengenai perkembangan lokasi penghijauan di LindungiHutan hingga informasi mengenai karbon secara global dan nasional.

Kegiatan penanaman mangrove di Tambakrejo, Kota Semarang.

SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim

LindungiHutan berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim yang menjadi bagian dari kebijakan dan perencanaan nasional. Kontribusi yang telah diberikan adalah dengan menanam lebih dari 167.724 pohon di 50 lokasi penghijauan dan telah menyerap emisi karbon sebesar 804 CO2eq. Terlebih aksi ini melibatkan 2.873 partisipan dalam kegiatan penanaman sepanjang tahun 2023.

SDGs 14: Ekosistem Laut

Mayoritas kegiatan penghijauan LindungiHutan berada di wilayah pesisir. Tercatat LindungiHutan telah menanam 161.697 mangrove berjenis Rhizophora sp., 69 bibit berjenis Avicennia, dan 1.363 bibit cemara laut. Penanaman tersebut dilakukan untuk melindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak dari degradasi lahan akibat abrasi sekaligus memperkuat pertahanan di wilayah pesisir secara produktif.

SDGs 15: Ekosistem Darat

Selain wilayah pesisir, LindungiHutan juga menanam di wilayah pegunungan yang bertujuan untuk mengatasi lahan kritis dan memulihkan lahan dari kerusakan. Seperti Gunung Sawur (Lumajang), area perbukitan di Desa Koranji (Subang), dan lainnya. Seluas 954.840,87 m2 telah ditanami pohon salah satunya alpukat yang dapat memberikan dampak kepada lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut juga menghasilkan 80% area pegunungan lokasi penghijauan LindungiHutan termasuk kedalam indeks sangat hijau.

SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ini, diperlukan adanya kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Selama tahun 2023, LindungiHutan telah menjalin kerja sama dengan 15 lembaga pemerintah dan 62 perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. LindungiHutan bersinergi dengan DLH Cilacap dalam pemanfaatan karbon biru di Desa Ujungalang Kabupaten Cilacap. Kerja sama tersebut dimulai pada tahun 2022 hingga 30 tahun yang akan mendatang.

LindungiHutan telah memaparkan seluruh kegiatannya dalam laporan tahunan yang tersedia melalui link https://tinyurl.com/report-lindungihutan-2023. Silakan unduh untuk informasi selengkapnya.

vvvv

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES