Berita  

Pemkab Aceh Barat dan BBPOM Aceh Awasi Pangan Selama Ramadhan

MEULABOH, NET88.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) melakukan intesifikasi pengawasan keamanan pangan terhadap kelayakan produk makanan dan minuman yang dijual selama bulan suci ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah, yang dilaksanakan di seputaran pusat perdagangan Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (05-04-2023).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi bersama Kepala BBPOM Aceh, Yudi Noviandi, M.SC., Tech., Apt. dan sejumlah pejabat daerah lainnya, serta melibatkan Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kabupaten Aceh Barat.

Pengawasan yang dilakukan BBPOM Aceh bersama Pemkab Aceh Barat itu, terbagi kedalam dua kategori, yakni pengawasan pada sarana distribusi pangan yang menyasar distributor pangan dan retail pangan di wilayah Kabupaten Aceh Barat untuk mengecek izin edar, kerusakan dan kadaluwarsa produk makanan, serta pengawasan pangan jajanan ramadhan (takjil) makanan dan minuman berbuka puasa, yang mengambil sampel di tiga titik lokasi ruas jalan Kota Meulaboh, yaitu di Jalan Nasional, Manek Roo, dan Gadjah Mada.

“Alhamdulillah dari 26 sampel yang di ambil dan di uji oleh BBPOM, tidak ada satupun makanan dan minuman yang dijual selama ramadhan ini mengandung bahan berbahaya dan aman untuk di konsumsi masyarakat” Ujar Pj Bupati Aceh Barat Mahdi, dalam keterangannya.

Mahdi menuturkan pihaknya mendukung penuh BBPOM Aceh yang turun langsung ke Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan sampling dan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual selama bulan suci ramadhan ini.” Kami ingin menjamin makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat selama ramadhan ini bebas dari bahan-bahan berbahaya” tegas Mahdi.

Disamping itu, Figur nomor satu di Kabupaten Aceh Barat itu juga menghimbau kepada para pedagang agar berhati-hati dan tetap menjaga kualitas gizi dalam setiap barang dagangan yang dijajakan pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Aceh, Yudi Noviandi, mengatakan pengambilan sampel dilakukan di tiga titik lokasi pedagang di seputaran Kota Meulaboh, yang diduga berpotensi memakai bahan-bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam olahan makanan maupun minuman.

“Selanjutnya sampel diuji pada mobil laboratorium keliling dengan parameter uji identifikasi bahan berbahaya Boraks, Formalin, serta bahan pewarna Methanyl Yellow dan Rhodamin B” terang Yudi.

Dari 26 sampel yang diuji, lanjutnya, tidak satupun ditemukan pangan dengan kandungan bahan berbahaya maupun dilarang, sehingga layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Disamping itu, Yudi juga mengapresiasi Pj Bupati Aceh Barat yang sangat concern terhadap kesehatan masyarakat, khususnya selama bulan suci ramadhan ini dan menjelang hari raya idul fitri 1444 Hijriah mendatang tandasnya.

Pada kesempatan itu, petugas BBPOM Aceh juga memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) serta pembinaan teknis kepada para pedagang agar selalu menjaga keamanan dan mutu pangan terutama saat bulan suci Ramadhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, Marhaban SE., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Kepala dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Aceh Barat, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, petugas BBPOM Aceh, serta Saka POM Aceh Barat. **

vvvv