Berita  

Parkiran SMPN 2 Beji Menuai Masalah

Pasuruan, SIGAP88 NET – Kisruhnya parkiran ini sekitar 3 bulanan, apalagi semenjak adanya kepala sekolah yang baru, ” Parkiran sepeda Motor di belakang sekolahan tadinya tidak ada, terus ada untuk kelas IX saja, selanjutnya kelas VIII, lah sekarang malah semua wajib parkir di dalam, ” Terang Mbak Sus salah satu warga Kenep yang selama ini membuka parkiran di depan rumahnya untuk umum. Rabu 23/11/2023

Hal serupa juga di ceritakan sama istri Hariyanto pada jurnalis, ia selama ini mengalah, parkiran yang ada di bahu jalan tidak boleh, di depan sekolahan yang ada pavingnya juga tidak boleh, akhirnya hanya di depan rumahnya saja, tetap saja tidak boleh. Alasannya karena masih lingkungan sekolah meski itu lahannya milik pribadi.

” Kan ini milik pribadi, bukan milik sekolahan, ia Pak Wul sama Pak Muji mengatakan, Ngak Boleh, itu tetap lingkungan sekolahan. Yaaa Allah Gusti, “Keluh Istri Hariyanto kepada tim jurnalis Sigap88 22/11/2023.

Teguran Hariyanto juga di andaikan dengan alasan pendataan sementara, ” Ojo mateni sandang pangane uwong (jangan membunuh sandang pangane orang), jawabnya “tidak,!! Saya tidak membunuh sandang pangannya orang, Wallohi, tidak, ini hanya pendataan, hanya sementara, “ucap istri Hariyanto menirukan ucapan Wul dan Muji.

“Sementara tapi di belikan sertu urukan 4 dumtruk, Yaaa Allah Gusti, sampai tidak habis pikir pola pikir mereka yang menyatakan sebagai Guru, apalagi ASN. Ucapnya sementara tapi dibiayai,”Ucapnya.

Hal yang sama juga di sampaikan Hariyanto yang akrab di panggil Cak Kopler. Mulai tahun 2005 Cak kopler membuka parkiran itu di depan rumahnya, “awalnya sepeda 2, 3, terus sampai ada masalah dua bulan kemarin. ” Ucapnya.

Menurut Cak Kopler mulai dulu parkiran dibtempatnya tidak pernah ada masalah, kejadian sepeda rusak atau hilangpun tidak pernah, ” anak-anak itu saya anggap seperti anak saya, sehingga kalau ada sepeda murit yang rusak atau kehabisan bensin selalu saya bantu, bahkan kalau sepedanya tidak bisa di pakai, kerap kali sepeda saya yang saya suruh memakai, “tandasnya.

Menurut Cak kopler awal dilarangnya membuka parkiran ini, “katanya ada larangan dari dinas Pendidikan, “Ucapnya hasil keterangan Wul dan Muji.

“Cak Har (Hariyanto) ngak boleh parkir dipinggir jalan, karena ketok moto (kelihatan)”, teguran ini lantas sama Hariyanto di turuti dan di tutup. Bahkan teguran kedua yang tidak memperbolehkan membuka parkiran di atas lahan paving depan sekolahan, “Har paving Iki dulu mbayare habis banyak”, Oke saya tutup. Sampai di depan rumah saya, lahan pribadi saya tetap saja diricuki (di orek-orek) katanya masih lingkup sekolahan, “wilayahnya sekolahan punyakmu ini, ngak boleh, “Cak kopler menirukan ucapan Wul.

Har :”Iki tanahku Pak,…
Wul :”Tetap ngak boleh,…
Runtutan adu mulut yang di ceritakan Hariyanto. Bersambung ( Akbar Sigap,88)