Berita  

Miris !!! Alun – Alun Kembang joyo Parkirnya Mahal, Terlihat Karcisnya Kosong

PATI, SIGAP88.NET – Karcis parkiran Perintis Pagayuban PKL ” Kembang Joyo Kalidoro” diwilayah  alun-alun kembang Joyo sekitaran Desa Kemiri- Desa Kalidoro ini, membuat para pedagang kaki lima merasa kecewa berat.” sebab, penarikan karcis motor senilai Rp.3000 dan karcis Mobil Rp. 4000 tetapi anehnya karcis tersebut kosong serta tidak ada nominalnya sama sekali.

Semenjak adanya pasar malam ini,bukan membuat ekonomi semakin sejahtera, malah menurunnya terkait omset para pedagang kaki lima.”karena para pedagang PKL yang didalam merasa rugi besar, disebabkan karcis yang begitu mahal dan membebani para pengendara kendaraan roda dua (2) dan roda empat (4)  yang tarikannya tidak wajar.

Saat awak media berbincang-bincang terkait adanya pasar malam ini.” inisial D saat di wawancarai, ia berkata sangat kecewa.” kenapa Pak, hal tersebut membuat pelanggan kami kabur mas, lihat aja masak penarikan parkir yang begitu mahal dan tidak ada kejelasan sama sekali, kemana arah pendapatan itu masuk ya.

BACA JUGA :  Kisah Inspiratif Ega Raedi, Content Creator Muda Banjarbaru

Kami para PKL disini hanya dibuat jonggol aja oleh segelitir oknum yang punya kepentingan.” lanjut, apa keinginan bapak terkait ini, saya mendesak pihak istansi terkait segera turun dan melakukan peninjuan ke lokasi sini, jika sampai pembiaran berati telah meloloskan pungli liar yang terlihat jelas oleh kasat mata”, kata Inisial D dengan nada kesal, Minggu (23/7/23).

BACA JUGA :  Ketua Lhasbira Angkat Bicara Terkait Pengrusakan Rumah Kasatpol PP Bondowoso : Jangan Sampai Mandek, Kita Kawal Bersama

Apakah pengelolaan ini ada urusannya sama Dishub dan Disperindag ??? dan satpol PP, Inisial D berkata tidak pernah ada datang.” saat awak media bertanya kembali ke para pedagang,  apakah ketua PKL pernah ditegur ???

BACA JUGA :  Penindakan Knalpot Brong, Kapolsek Tayu Brantas Total

Inisilal D menyebut pernah mas, tetapi hanya diam aja mas.”Dengan adanya pasar malam ini, para pedagang didalam merasa merugi besar dan dagangan kami sepi tidak ada pembeli, tidak laku sama sekali”,tandasnya.(@Gus Kliwir)